Jan 20, 2018

Kue Es Krim Nurila

''Kapan ya, aku bisa beli es krim itu? Kayaknya enak banget" batin Nurila yang lagi-lagi ngiler. Ya, memang itulah kegiatan yang biasa dilakukan oleh Nurila. Apalagi siang itu sepulang sekolah, panas sekali. Uang jajan Nurila sudah habis. Dia sering lupa menyisakan uang jajannya untuk membeli es krim. Setiap berangkat dan pulang dia selalu melewati toko es krim. Nama toko tersebut adalah kue es krim.

"Assalamualaikum Ummi!" salam Nurila sesampainya di rumah. "Waalaikumsalam, wah! Ustadzah cilik sudah datang!" sambut Ummi. "Ummi, boleh minta uang jajan lagi gak? Cuma lima ribu doang kok. Ya,please..." pinta Nurila. "Memang uang jajanya kurang? Mau beli apa?" tanya Ummi heran. "Emm... Mau beli es krim. Uang jajannya gak kurang kok" jawab Nurila. "Boleh ya, Ummi? Sekali saja kok. Cuma mau coba gimana rasanya" Pinta Nurila lagi memohon. "Ya sudah deh, boleh. Sekalian Ummi juga mau coba. Beli dua ya, yang punya Ummi rasa melon "Ummi mengizinkan sambil memberi uang lima ribuan dua. "Yes, terimakasih Ummi! Aku sayang Ummi!" Sorak Nurila kesenangan. "Iya, sama-sama. Ummi juga sayang Nurila" kata Ummi. Dengan langkah semangat,Nurila berjalan keluar rumah setelah pamit ke Ummi.

Sesampainya di toko es krim, Nurila langsung memesan es krim. Sebelumnya,dia bertanya pada Mbak pelayan. "Mbak, harga es krimnya berapa?" Tanya Nurila. "Harga kecil dua ribu, harga biasa tiga ribu, harga istimewa empat ribu dan harga kue es krim lima ribu. Ada macam-macam rasa. Ada rasa stroberry, coklat, vanila, melon, anggur, pisang dan nanas. Mau yang mana dik?" kata pelayan itu. "Yang lima ribu aja deh,dua ya. Rasa melon dan vanila"pesan Nurila. "Oke, ditunggu sebentar ya dik..." kata pelayan itu. "Duduk saja di situ" lanjut pelayan itu sambil menunjuk kursi kosong. Nurila hanya tersenyum pada pelayan lalu duduk di kursi yang lebih dekat dengan dia. Tak lama kemudian, kue es krim sudah jadi. Nurila memberikan uang yang dibawanya ke pelayan dan mengambil kue es krim yang sudah jadi.
Di perjalanan pulang, Nurila melihat ada seorang anak yang melihat kue es krimnya. "Sepertinya dia juga mau kue es krim yang aku beli. Tapa gimana ya? Aku kan juga belum nyobain kue es krim. Pasti lezat deh! Udah gitu, aku sudah lama ingin membelinya. Tapi bukankah dia lebih mau dibandingkan aku? Ah, sudahlah! Mending aku kasih aja kue es krimku ke dia. Lagian kan, aku juga bisa buat kue es krim di rumah kan?" batin Nurila yang sebenarnya juga mau kue es krimnya. Tapi dia segera menghampiri anak itu dan memberikan kue es krimnya ke anak itu. Anak itu sangat berterimakasih pada Nurila. Akhirnya hati Nurila lega setelah memberikan kue es krimnya ke anak tadi. Tapi kue es krim punya Ummi tidak diberikan ke anak tadi. Hanya punya Nurila sendiri yang diberikan. Nurila tidak sabar untuk sampai di rumah. Untuk apa coba...??? Untuk menulis kisah serunya ini di buku diary miliknya. Tamat.

No comments:

Post a Comment