Jan 21, 2018

ATHUNA AL THOUFULI

Kira-kira, siapa yang sudah tahu lagu ini? Lagu untuk Palestina di sana. Yang sekarang dalam keadaan kesusahan. Ya, diantara yang sudah tahu lagu ini adalah seorang siswi kelas V SD negeri di Pasir Putih. Dia adalah anak yang rajin membantu orang lain, sabar, tidak sombong dan baik hati. Nama siswi ini adalah Nurleyla. Nurleyla punya penyakit yang tidak diketahui oleh sahabat sejatinya. Nama sahabat sejatinya adalah Kheyla. Tapi Kheyla punya kekurangan yang membuat Nurleyla sedih. Kheyla tunanetra sejak lahir dan hal itu membuat teman-temannya menjauhi dan mengejek Kheyla. Walau pun seperti itu kehidupannya, Kheyla tetap semangat dan selalu berfikir bahwa anak-anak di Palestina lebih kekurangan dibandingkan dengan dirinya sendiri.

Pada suatu hari, Kheyla bertanya padaku yang membuatku bingung ingin menjawab apa. "Nurleyla, mengapa kau mau bersahabat denganku? Padahal aku selalu merepotkanmu karna aku tunanetra. Kamu selalu khawatir kalau aku kenapa-napa karna tidak bisa melihat..." kata Kheyla. "Ng.....a....aku ma....u ber....sa..habat denganmu... karna.....ah, aku bingung mau bilang apa. E.... karna kamu itu lucu dan pintar. Walaupun kamu tunanetra, itu bukan halangan untukku berteman denganmu...iya kan?" kata Nurleyla sedikit bingung mau jawab apa. "Iya sih, benar kata kamu. Ya udah, yuk main lagi!" ajak Kheyla yang sudah melupakan soal tadi.
Tapi Nurleyla diam saja. Kheyla yang dari tadi tak mendengar kata-kata Nurleyla langsung bertanya. "Kamu kenapa Nurleyla?" tanya Kheyla khawatir. "M...maaf ya..Kheyla, maafkan jika selama ini aku salah sama kamu. Sekali lagi maafkan ya.." pinta Nurleyla tiba-tiba. "Kamu kenapa sih? Kok tiba-tiba minta maaf? Tapi, iya deh aku maafkan" kata Kheyla tak mengerti. "Terima kasih ya..karna kamu sudah mau memaafkan aku...karna aku sebentar lagi akan pergi dari sini selamanya..maaf ya..aku pamitan dulu soalnya tak lama lagi aku akan pergi dari sini.." pamit Nurleyla sedih. Tak lama, air mata Nurleyla jauh satu persatu. Kheyla yang tidak menyadari hal ini, dia malah tertawa. "Ha ha ha...!!! Kamu ini lucu banget sih! Emangnya kamu mau pergi ke mana? Ke Hongkong? Ha ha ha...!!!" tawa Kheyla keras sekali. Nurleyla tetap diam tapi sedih. Tak lama, langit mulai gelap. Nurleyla segera menghapus air matanya lalu mengantarkan Kheyla pulang. Setelah mengantar Kheyla, Nurleyla langsung berlari pulang ke rumah.

Keesokan harinya, Kheyla bingung karna biasanya Nurleyla main ke rumahnya. Tapi hari ini Nurleyla tidak main. Kheyla segera mencari Bundanya. "Bun..Bunda di mana?" tanya Kheyla. "Di kamar, sayang..." jawab Bunda lembut. Kheyla langsung meraba-raba dinding tembok dengan menggunakan tanganya. Setelah ketemu kamar Ibu, Kheyla langsung menanyakan hal ini. "Bunda tau tidak, kenapa Nurleyla tidak main hari ini?" tanya Kheyla cemas kalau terjadi apa-apa kepada Nurleyla. "Eh...ng......gimana ya? Kasih tau gak ya? Kalau bohong, bisa dosa. Kasih tau saja lah" Bunda memikir-mikir di dalam hati. "Bunda kenapa? Apa pertanyaanku salah?" tanya Kheyla tambah khawatir. "Bunda gak kenapa-napa kok. Pertanyaan Kheyla juga tidak salah. Tapi sebenarnya, Nurleyla itu punya penyakit dan baru semalam meninggal. Maaf Bunda baru ngasih tau hari ini ya....sekali lagi Bunda minta maaf.." jawab Bunda sekalian meminta maaf. "TIDAK...!!! TIDAK MUNGKIN!! Sekarang di mana NURLEYLA?!" Kheyla berteriak-teriak tidak percaya. "Sekarang, Nurleyla ada di alam barzah. Kamu mau bunda antarkan ke sana?" Bunda dengan sabar menjawab dan siap untuk mengantarkan anak sholehahnya. Kheyla hanya mengangguk pelan.

Sesampainya di kuburan Nurleyla, Bunda dan Kheyla bertemu dengan orang tua Nurleyla yang kebetulan juga sedang berziarah di kuburan anaknya. Di kuburan Nurleyla, Kheyla menangis terus. Ibu Nurleyla yang melihat itu segera menghibur Kheyla. Setelah sedikit tenang, Ibu Nurleyla memberikan sebuah benda segi empat yang Kheyla tak tau apa isinya. "Bundanya Nurleyla, ini apa isinya?" tanya Kheyla penasaran. "Ketika Nurleyla masih hidup, dia selalu minta disetelkan lagu ini. Sehingga lama-lama dia jadi hafal. Tapi waktu terus berjalan dan sekarang Nurleyla dipanggil Allah. Sebelum dia meninggal, dia menitipkan ini untukmu. CD ATHUNA AL THOUFULI. Nurleyla minta kamu untuk menghafalnya.Insya Allah, nanti kamu akan terus mengenang Nurleyla dengan menghafalkan lagu, ATHUNA AL THOUFULI. Lagu ini selalu bikin kita tambah ingat akhirat dan saudara-saudara kita di Palestina. Kata Nurleyla, ini adalah lagu faforitnya.." jelas Ibunya Nurleyla. "Terimakasih Ibunya Nurleyla. Semoga Allah memberikan balasan kepada Ibu...dan aku akan berusaha untuk menghafalkan lagu ini. Seperti permintaan Nurleyla" kata Kheyla sungguh-sungguh. Teman-teman, mau tau apa penyakit yang diderita Nurleyla? Jawabannya tunggu di cerita berikutnya. Bersambung.

Jan 20, 2018

Kue Es Krim Nurila

''Kapan ya, aku bisa beli es krim itu? Kayaknya enak banget" batin Nurila yang lagi-lagi ngiler. Ya, memang itulah kegiatan yang biasa dilakukan oleh Nurila. Apalagi siang itu sepulang sekolah, panas sekali. Uang jajan Nurila sudah habis. Dia sering lupa menyisakan uang jajannya untuk membeli es krim. Setiap berangkat dan pulang dia selalu melewati toko es krim. Nama toko tersebut adalah kue es krim.

"Assalamualaikum Ummi!" salam Nurila sesampainya di rumah. "Waalaikumsalam, wah! Ustadzah cilik sudah datang!" sambut Ummi. "Ummi, boleh minta uang jajan lagi gak? Cuma lima ribu doang kok. Ya,please..." pinta Nurila. "Memang uang jajanya kurang? Mau beli apa?" tanya Ummi heran. "Emm... Mau beli es krim. Uang jajannya gak kurang kok" jawab Nurila. "Boleh ya, Ummi? Sekali saja kok. Cuma mau coba gimana rasanya" Pinta Nurila lagi memohon. "Ya sudah deh, boleh. Sekalian Ummi juga mau coba. Beli dua ya, yang punya Ummi rasa melon "Ummi mengizinkan sambil memberi uang lima ribuan dua. "Yes, terimakasih Ummi! Aku sayang Ummi!" Sorak Nurila kesenangan. "Iya, sama-sama. Ummi juga sayang Nurila" kata Ummi. Dengan langkah semangat,Nurila berjalan keluar rumah setelah pamit ke Ummi.

Sesampainya di toko es krim, Nurila langsung memesan es krim. Sebelumnya,dia bertanya pada Mbak pelayan. "Mbak, harga es krimnya berapa?" Tanya Nurila. "Harga kecil dua ribu, harga biasa tiga ribu, harga istimewa empat ribu dan harga kue es krim lima ribu. Ada macam-macam rasa. Ada rasa stroberry, coklat, vanila, melon, anggur, pisang dan nanas. Mau yang mana dik?" kata pelayan itu. "Yang lima ribu aja deh,dua ya. Rasa melon dan vanila"pesan Nurila. "Oke, ditunggu sebentar ya dik..." kata pelayan itu. "Duduk saja di situ" lanjut pelayan itu sambil menunjuk kursi kosong. Nurila hanya tersenyum pada pelayan lalu duduk di kursi yang lebih dekat dengan dia. Tak lama kemudian, kue es krim sudah jadi. Nurila memberikan uang yang dibawanya ke pelayan dan mengambil kue es krim yang sudah jadi.
Di perjalanan pulang, Nurila melihat ada seorang anak yang melihat kue es krimnya. "Sepertinya dia juga mau kue es krim yang aku beli. Tapa gimana ya? Aku kan juga belum nyobain kue es krim. Pasti lezat deh! Udah gitu, aku sudah lama ingin membelinya. Tapi bukankah dia lebih mau dibandingkan aku? Ah, sudahlah! Mending aku kasih aja kue es krimku ke dia. Lagian kan, aku juga bisa buat kue es krim di rumah kan?" batin Nurila yang sebenarnya juga mau kue es krimnya. Tapi dia segera menghampiri anak itu dan memberikan kue es krimnya ke anak itu. Anak itu sangat berterimakasih pada Nurila. Akhirnya hati Nurila lega setelah memberikan kue es krimnya ke anak tadi. Tapi kue es krim punya Ummi tidak diberikan ke anak tadi. Hanya punya Nurila sendiri yang diberikan. Nurila tidak sabar untuk sampai di rumah. Untuk apa coba...??? Untuk menulis kisah serunya ini di buku diary miliknya. Tamat.